Skip to content

Ber-Fatihah

31 Oktober 2011

Bagi umat Islam, Sholat tak diperdebatkan lagi merupakan salah satu rukun Islam yang menjadi pilar keberagamaan seseorang. Dalam konteks Sholat, Nabi Muhammad SAW telah mencontohkan bagaimana sebaiknya melakukan sholat. Berdasarkan sunnah-sunnah beliau, para ulama fiqih mengelompokkan pekerjaan-pekerjaan dalam sholat yang dikategorikan fardhu atau rukun, sunnat, makruh dan haram atau yang membatalkan.

Diantara rukun sholat yang tidak diperdebatkan adalah membaca surat Al-fatihah. Jika membaca surat Al-fatihah menjadi rukun dalam sholat, maka tatacara membacanya harus memenuhi syarat-syarat bacaan yang baik dan benar.

Dalam kitab fathul mu`in (salah satu kitab fiqih madzhab Syafi`i), syarat membaca fatihah yang baik dan benar yaitu, membaca setiap ayat-ayatnya (termasuk bismillah), melafalkan tasydid pada huruf yang bertasydid, melafalkan huruf-huruf sesuai makhrajnya, tidak melakukan kesalahan bacaan syakal pada huruf dalam kalimat ayat-ayat yang bisa mengacaukan makna dan menjaga kontinuitas bacaan fatihah.

From → Agama

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: